Cempedak jatuh lebih gesit dari apel. Tidak ada gravitasi di sana. Mereka jatuh ingin memahami bagaimana rasanya dipeluk bumi.

Lengkung tercipta dalam melempar cempedak akan sama biasnya dengan buntut komet halley yg muncul 76 tahun sekali. Mungkin kita berdoa di sana serupa saat melihat. Bintang jatuh.

Cempedak tak berhasrat, begitu juga angin malam yang menggelayuti kulit kerasnya. Melahirkan sedih dan membuatnya matang dalam usia.

Cempedak dan hal lainnya bisa sama. Bila dinikmati bersama, nikmatnya seniscaya buah yang dilahap adam dan hawa. #121 with Tennie – View on Path.

Jangan khawatir miiko. ;] #120 #miiko #tappei with Tennie – View on Path.

Siang tadi di sini berawan, layaknya rindu dalam cawan. Bilapun racun, kan kurebut itu dari genggaman socrates. #118 Seperti kebenaran, merindu pun butuh keberanian untuk diungkapkan. with Tennie – View on Path.

Tetap semangat, jangan lupa makan yg banyak dan sehat, sepenggal komunikasi harian yang ditutup harapan agar tidurmu lelap. See you at our imaginary chamber. Xixixi #117 with Tennie – View on Path.

Dunia akan senantiasa porak-poranda selama masih banyak yg naif akan cinta. – View on Path.

Dari salah satu muridmu mungkin jadi penerus pascal, edison, marie curie, alva edison bahkan einstein. Do the best and lets god do the rest. :] #116 with Tennie – View on Path.

Sebelum dapat mengeja bintang, hak pertama murid adalah dapat memahami “warna pelangi” #114 ;) with Tennie – View on Path.